Prodi Teknik Geofisika Gelar Workshop Geofisika 2026 di Jantho: Integrasi Capstone Design untuk Perencanaan Infrastruktur Berkelanjutan

Program Studi Teknik Geofisika (PSTG), Departemen Teknik Kebumian, Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala, secara resmi melepas dan membuka rangkaian kegiatan Workshop Geofisika 2026 yang berlangsung dari tanggal 11 hingga 17 September 2026. Mengusung tema “Optimasi Data Geofisika Near-Surface untuk Integrasi Perencanaan Infrastruktur Berkelanjutan dan Mitigasi Bencana di Jantho”, kegiatan ini berfokus pada eksplorasi dan pemetaan karakter bawah permukaan di kawasan Kota Jantho, Kabupaten Aceh Besar.

​Pelepasan resmi kegiatan ini dipimpin oleh Wakil Dekan 1 Bidang Akademik, Prof. Dr. Ir. Roslidar, S.T., M.Sc., IPM. ASEAN Eng. Turut mendampingi dalam acara pembukaan tersebut, Kepala Departemen Teknik Kebumian, Dr. Ing. Ir. Asrillah, S.Si., M.Sc., serta Ketua Program Studi Teknik Geofisika, Ir. Zul Fadhli, S.Si., M.Sc., IPM. Rangkaian acara pelepasan juga dihadiri oleh seluruh dosen pengampu mata kuliah workshop, tim laboran, serta jajaran asisten praktikum yang bertugas mendampingi proses akuisisi data teknis di lapangan.

​Dalam sambutannya, Prof. Dr. Ir. Roslidar menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai wujud nyata penerapan ilmu kebumian dalam mendukung tata ruang dan pembangunan daerah. Beliau menekankan bahwa penguasaan metode geofisika dangkal (near-surface geophysics) sangat penting untuk memberikan gambaran yang akurat tentang kondisi bawah permukaan, sehingga dapat mendukung perencanaan infrastruktur yang aman, efisien, dan ramah lingkungan di masa depan.

​Kegiatan Workshop Geofisika 2026 ini diikuti oleh 49 mahasiswa peserta, yang terdiri dari 48 mahasiswa angkatan 2023 dan 1 mahasiswa angkatan 2022. Selama satu pekan, seluruh peserta akan didampingi secara intensif oleh tim dosen pengampu, laboran, dan asisten praktikum untuk memastikan pengambilan data berjalan sesuai dengan metodologi ilmiah serta standar keselamatan kerja yang ketat.

​​Workshop ini merupakan bagian utama dan muara dari perjalanan akademik mahasiswa Program Studi Teknik Geofisika. Melalui mata kuliah Capstone Design, mahasiswa ditantang untuk mengintegrasikan seluruh teori ilmiah, pemodelan data, dan keterampilan instrumen yang telah dipelajari selama perkuliahan ke dalam bentuk studi kasus nyata di lapangan.

​Melalui pendekatan ini, para peserta dilatih untuk bertindak dan berpikir secara profesional seperti seorang ahli geofisika. Mahasiswa bertanggung jawab secara penuh pada setiap tahapan alur kerja geofisika (geophysical workflow), yang meliputi: Akuisisi Data Fieldwork, ​Pemrosesan Data (Data Processing), dan Interpretasi.

​​Pemilihan kawasan Kota Jantho sebagai lokasi kegiatan didasari oleh keanekaragaman kondisi geologi bawah permukaan yang sangat ideal untuk dijadikan laboratorium alam. Pendekatan geofisika near-surface seperti metode geolistrik, seismik refraksi, dan penginderaan bawah permukaan lainnya digunakan untuk memetakan kedalaman batuan dasar (bedrock), ketebalan lapisan tanah, serta struktur geologi bawah permukaan secara non-destruktif (tanpa merusak lingkungan).

​Ketua Prodi Teknik Geofisika, Ir. Zul Fadhli, S.Si., M.Sc., IPM., menjelaskan bahwa luaran dari kegiatan ini diarahkan untuk memberikan kontribusi akademis yang positif bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan penataan kawasan.

​”Melalui penerapan metode geofisika near-surface, mahasiswa diajak untuk mengoptimalkan pemrosesan data bawah permukaan. interpretasi data yang dihasilkan diharapkan dapat memberikan gambaran komprehensif mengenai karakteristik tanah dan batuan di Jantho, sehingga dapat menjadi data pendukung yang bermanfaat bagi integrasi perencanaan infrastruktur berkelanjutan,” kata Ir. Zul Fadhli.

​Sementara itu, Kepala Departemen Teknik Kebumian, Dr. Ing. Ir. Asrillah, S.Si., M.Sc., menambahkan bahwa pengalaman belajar langsung di lapangan ini akan membentuk karakter mahasiswa yang tangguh, memiliki keterampilan teknis yang matang, serta siap berkolaborasi dalam tim profesional saat memasuki dunia kerja kelak.

​​Pelaksanaan kegiatan yang berlangsung dari 11 hingga 17 September 2026 ini menegaskan komitmen Program Studi Teknik Geofisika dalam menerapkan sistem pendidikan berbasis capaian (Outcome-Based Education). Rangkaian kegiatan workshop ini akan diakhiri dengan sesi presentasi dan evaluasi komprehensif atas hasil analisis data yang telah disusun oleh para peserta di hadapan tim dosen penguji.

​Melalui kegiatan ini, universitas terus berupaya mencetak lulusan yang cerdas, berintegritas, serta mampu memberikan solusi berbasis sains kebumian untuk mendukung pembangunan nasional yang berwawasan lingkungan.

​Program Studi Teknik Geofisika (PSTG), Departemen Teknik Kebumian, merupakan lembaga pendidikan tinggi yang berfokus pada pemetaan bawah permukaan, eksplorasi sumber daya alam, serta pengembangan aplikasi sains geofisika untuk mendukung pembangunan infrastruktur dan pemeliharaan lingkungan hidup.

Siap menghubungi kami? Kami ingin mendengar kabar dari Anda.
Scroll to Top