Yogyakarta – Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Tim kolaborasi lintas program studi yang beranggotakan Raihan Azhari Damanik dan Nabil Mahbub dari Program Studi S1 Teknik Komputer, Fakultas Teknik, serta Nasywa Poetri Muchiva dari Program Studi S1 Psikologi, Fakultas Kedokteran, berhasil meraih dua penghargaan pada ajang The 2nd Sustainable Innovation National Essay Competition (SINEC) yang diselenggarakan di Yogyakarta pada 27–28 Juni 2026.
Dalam kompetisi tersebut, delegasi USK sukses menyabet Bronze Award (Juara III) sekaligus penghargaan kategori khusus Favorite Poster. Prestasi ini diraih di bawah bimbingan Ir. Yudha Nurdin, S.T., M.T., dosen Program Studi S1 Teknik Komputer, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala.
“Kompetisi ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi akademik sekaligus keterampilan abad ke-21, seperti kolaborasi, berpikir kritis, komunikasi ilmiah, dan kemampuan menciptakan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Ir. Yudha.


Esai yang mengantarkan tim USK meraih penghargaan tersebut mengangkat tema Sustainable Environment dengan judul “Keuneunong sebagai Pengetahuan Lokal dalam Membaca Potensi Bencana Alam di Pidie Jaya, Aceh.” Melalui pendekatan interdisipliner, penelitian ini berfokus pada upaya menghidupkan kembali peran Keuneunong sebagai pengetahuan lokal yang relevan dalam mitigasi bencana di tengah perkembangan zaman. Gagasan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, untuk kembali mengenali tanda-tanda alam dan perilaku hewan sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana berbasis kearifan lokal.
Dalam penelitian tersebut, Keuneunong, yaitu sistem kalender tradisional masyarakat Aceh yang terdiri atas dua belas fase waktu, dikaji sebagai bentuk kecerdasan ekologis yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 11 (Sustainable Cities and Communities) dan Tujuan 13 (Climate Action). Melalui pemanfaatan kembali kearifan lokal tersebut, tim berharap masyarakat dapat menjadi lebih tangguh, adaptif, dan siap mengantisipasi berbagai potensi bencana alam, seperti banjir, badai, maupun gempa bumi.
