Tim mahasiswa Teknik Kimia dari Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Mengusung inovasi revolusioner bertajuk “Robust-Shield”, tim yang terdiri dari lima mahasiswa kreatif ini berhasil meraih penghargaan Bronze Medal pada ajang Pekan Essay Nasional (PENA) 2 yang diselenggarakan di Universitas Dhyana Pura, Bali, pada tanggal 2-3 Mei 2026.

Kompetisi bergengsi ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia dengan mengangkat tema utama “Inovasi dan Aksi Nyata Generasi Muda dalam Membangun Indonesia Emas 2045”. Di tengah persaingan intelektual yang sangat ketat, tim USK berhasil memukau dewan juri melalui karya ilmiah yang fokus pada isu lingkungan berjudul “Robust-Shield: Waste Conversion Ampas Kopi Robusta Aceh Melalui Ekstraksi Bertahap Sebagai Biopestisida Nabati Guna Mitigasi Pencemaran Lingkungan 2045“. Tim ini dipimpin oleh Wahid Rizky Maulizal YA, beranggotakan Surya Andika, Fatwa Rilwanu Luthfi, Dony Adriansyah Siregar, dan Muhammad Abian Al Fathir.
Sebagai informasi, Pekan Essay Nasional (PENA) merupakan wadah kompetitif bagi generasi muda untuk menyampaikan ide solutif terhadap isu strategis nasional. Inovasi “Robust-Shield” sendiri lahir dari kegelisahan tim terhadap melimpahnya limbah Spent Coffee Grounds (SCG) atau ampas kopi di Aceh yang selama ini mencemari lingkungan. Tim kreatif ini tertarik dengan topik tersebut setelah mereka mempelajari secara mendalam karakteristik kimia ampas kopi Robusta yang memiliki kandungan alkaloid kafein dan asam klorogenat sangat tinggi). Senyawa bioaktif ini berpotensi diolah lanjut menjadi racun saraf (neurotoksin) alami bagi serangga, namun tetap ramah bagi ekosistem karena sifatnya yang mudah terurai (biodegradable).
Keberhasilan ide dan riset awal ini berkat dari bimbingan intensif Prof. Dr. Ir. Farid Mulana, ST., M.Eng, dosen tetap pada Program Studi Teknik Kimia Fakultas Teknik USK. Melalui metode ekstraksi bertahap pada suhu optimal tim berhasil memproduksi ekstrak kental yang efektif mengusir hama sekaligus meningkatkan pertumbuhan vegetatif tanaman. Dari sisi ekonomi sirkular, produk ini dinilai sangat layak secara finansial karena mampu menekan biaya operasional pertanian secara signifikan dibandingkan penggunaan pestisida kimia sintetis yang mahal dan berbahaya bagi Kesehatan.
Momen puncak kompetisi terjadi saat sesi presentasi final di Pulau Dewata, Bali, di mana tim memaparkan efektivitas produk yang mampu mengusir hama secara konsisten sekaligus meningkatkan pertumbuhan vegetatif tanaman. Selain unggul secara teknis, inovasi ini juga dinilai sangat layak secara finansial karena mampu menekan biaya operasional pertanian dengan memanfaatkan limbah lokal yang tersedia secara kontinu. Penampilan gemilang tim USK sukses yang membawa pulang medali perunggu, membuktikan bahwa riset berbasis potensi lokal mampu bersaing di level nasional. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Prof. Dr. Mustanir, M.Sc, menyampaikan apresiasi mendalam atas capaian ini. Beliau menilai prestasi tersebut merupakan bukti nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung kemandirian sektor pertanian dan kelestarian sumber daya hayati. “Keberhasilan ini menjadi contoh nyata bagaimana limbah lokal dapat dikonversi menjadi produk bernilai guna tinggi yang mendukung ketahanan pertanian berkelanjutan. Kami sangat bangga melihat mahasiswa USK mampu mengintegrasikan prinsip Green Chemistry untuk menjawab tantangan degradasi lingkungan. Kami berharap inovasi Robust-Shield ini terus dikembangkan hingga tahap implementasi massal untuk membantu para petani memutus rantai ketergantungan pada pestisida kimia sintetis demi menyongsong Indonesia Emas 2045,” pungkas beliau.
