Membanggakan, Mahasiswa USK Raih Juara 2 Lomba Kampanye #satsetlawanmisdis UNICEF Tingkat Nasional di Universitas Indonesia

DEPOK, 2 Mei 2026 –Tiga mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) berhasil mencatatkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Kolaborasi ketiga mahasiswa lintas program studi ini sukses menyabet gelar Juara 2 dalam Lomba Video Kampanye #satsetlawanmisdis yang diselenggarakan oleh perwakilan UNICEF Indonesia. Pengumuman pemenang dilangsungkan dalam acara Puncak Pekan Imunisasi Dunia (PID) 2026 di Balai Sidang Universitas Indonesia (UI), Sabtu (2/5/2026).

Tiga mahasiswa tersebut berasal dari latar belakang fakultas yang berbeda, yakni Arita Yuda Katiara Rizki (Ilmu Keperawatan), Fikrul Azka (Ilmu Komunikasi), dan M. Firdaus Ariansyah (Teknik Sipil). Di posisi pertama, gelar juara diraih oleh tuan rumah yakni mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat dari Universitas Indonesia.

Sebelum pengumuman, para finalis melewati tahap krusial yaitu melakukan presentasi karya secara langsung di Aula Sidang UI. Dalam sesi tersebut, mereka membagi presentasi ke dalam tiga bagian strategis yang menunjukkan kedalaman riset dan kreativitas mereka.

Arita Yuda Katiara Rizki mengawali presentasi dengan memaparkan data kesehatan yang menjadi landasan masalah. Ia menyoroti ironi di masyarakat yang lebih mengkhawatirkan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) seperti demam ringan, dibandingkan risiko nyata serangan Polio yang meningkat 2,2 kali lipat serta lonjakan kasus Campak yang melanda 58 kabupaten/kota di Indonesia. Melanjutkan pemaparan tersebut, Fikrul Azka menjelaskan strategi komunikasi di balik video kampanye mereka. Menggunakan pendekatan edutainment berbasis perilaku Gen Z, strategi ini berfokus pada teknik mirroring yakni memotret kepanikan nyata orang tua lalu meresponsnya dengan gaya yang menghibur seperti sebuah sketsa (parodi). Pendekatan ini didukung riset International Journal of Communication 2025 yang membuktikan bahwa format edutainment lebih efektif untuk meminimalkan penolakan pesan secara sadar pada generasi muda.

Menutup presentasi, M. Firdaus Ariansyah memaparkan efektivitas kampanye melalui data pencapaian nyata di lapangan. Karya mereka tidak hanya unggul secara konsep, tetapi terbukti mampu menembus kebisingan informasi di media sosial dengan raihan 14.173 tayangan dan total 107.908 detik waktu tonton. Hasil survei keterlibatan menunjukkan bahwa 97% audiens sepakat akan pentingnya imunisasi setelah menyaksikan konten tersebut.

Pencapaian ini menjadi sangat relevan mengingat fokus Kementerian Kesehatan RI saat ini adalah menjangkau hampir 960.000 anak zero-dose di Indonesia yang seringkali terhambat oleh derasnya hoaks seputar vaksinasi.

“Mengikuti kompetisi ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kami, khususnya dalam menggabungkan pendekatan teknik, kesehatan, dan komunikasi dalam satu karya yang berdampak. Kami berharap kampanye yang kami hadirkan tidak hanya berhenti sebagai konten, tetapi mampu mendorong kesadaran dan perubahan perilaku masyarakat terhadap pentingnya imunisasi,” ujar M. Firdaus Ariansyah.

Melalui keberhasilan ini, Fakultas Teknik khususnya Program Studi D3 Teknik Sipil Universitas Syiah Kuala turut menunjukkan bahwa mahasiswa teknik juga mampu berkontribusi aktif dalam isu-isu strategis nasional melalui pendekatan kolaboratif lintas disiplin, guna mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Siap menghubungi kami? Kami ingin mendengar kabar dari Anda.
Scroll to Top