Di tengah meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi di wilayah dataran tinggi Aceh, upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menjadi kebutuhan mendesak. Melalui Program Mahasiswa Berdampak yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, mahasiswa PKM melaksanakan kegiatan Bangun Desa Tangguh Bencana Berbasis Rehabilitasi Lingkungan dan Edukasi Bencana di Desa Genuren, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah.
Program ini dirancang tidak hanya sebagai bentuk pengabdian, tetapi juga sebagai langkah konkret membangun sistem mitigasi berbasis edukasi masyarakat. Salah satu kegiatan utama yang dilaksanakan adalah penyerahan buku panduan tanggap bencana banjir dan longsor kepada warga Desa Genuren pada Sabtu, 14 Februari 2026.
Buku panduan tersebut disusun sebagai media edukasi praktis yang memuat langkah-langkah strategis sebelum, saat, dan setelah terjadinya bencana. Materi di dalamnya mencakup upaya mitigasi risiko, prosedur evakuasi mandiri, serta tindakan pemulihan awal yang dapat dilakukan masyarakat secara cepat dan tepat. Penyusunan buku ini menjadi pelengkap dari kegiatan pemetaan wilayah rawan yang sebelumnya telah dilakukan mahasiswa.


Dosen Pengawas Lapangan, yakni Ir. Sofyan, M.T., Ir. Pocut Nurul Alam, M.T., dan Dr. Ir. Elysa Wulandari, M.T., menegaskan pentingnya keberadaan panduan tertulis sebagai instrumen edukasi berkelanjutan. “Selain pembuatan peta, penting bagi kita juga untuk menyusun dan memberikan buku panduan tanggap bencana banjir dan longsor agar masyarakat memiliki rujukan yang jelas dan mudah dipahami,” ujar Elysa Wulandari.
Buku tersebut disusun berdasarkan informasi valid dari berbagai sumber, termasuk kajian literatur, referensi resmi kebencanaan, serta arahan dosen pembimbing. Pendekatan ini dilakukan agar materi yang disampaikan tetap sederhana, aplikatif, namun berbasis data dan prinsip ilmiah.
Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro, Muhammad Agil, menyampaikan rasa syukur atas terselesaikannya penyusunan dan distribusi buku tersebut. Ia berharap panduan ini dapat menjadi bekal praktis bagi masyarakat dalam menghadapi potensi bencana.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menghadirkan dokumen edukatif, tetapi juga membangun kesadaran kolektif akan pentingnya kesiapsiagaan. Program ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan dalam memperkuat ketangguhan Desa Genuren terhadap ancaman banjir dan longsor di masa mendatang.
