Pemanfaatan teknologi pertanian cerdas terus didorong oleh Universitas Syiah Kuala (USK) melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Gampong Binaan (PKM BGB). Kali ini, dosen dan mahasiswa USK mengembangkan sistem fertilisasi dan irigasi (fertigasi) otomatis untuk mendukung budidaya tanaman palawija di Gampong Dilib Lamteungoh, Kecamatan Suka Makmur, Kabupaten Aceh Besar.
Program yang digagas dan didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USK ini melibatkan kolaborasi lintas disiplin dari tiga program studi, yakni Program Studi S1 Teknik Kimia dan S1 Teknik Elektro dari Fakultas Teknik, serta Program Studi S1 Proteksi Tanaman dari Fakultas Pertanian. Gampong Dilib Lamteungoh sendiri telah menjadi gampong binaan Fakultas Teknik USK sejak tahun 2023.
Kegiatan pengabdian ini diketuai oleh Guru Besar pada Program Studi S1 Teknik Kimia, Prof. Dr. Ir. Farid Mulana, S.T., M.Eng, dengan dukungan dosen anggota Aulia Rahman, S.T., M.Sc. (Dosen Program Studi S1 Teknik Elektro) dan Dr. Muhammad Sayuthi, S.P., M.P. (Dosen Program Studi S1 Proteksi Tanaman). Para dosen mendampingi mahasiswa secara langsung dalam setiap tahapan perancangan, instalasi, hingga pengujian sistem di lapangan.

Tim mahasiswa yang terlibat berasal dari dua fakultas dan dikemas dalam skema KKN tematik. Selain memperoleh pengalaman pengabdian langsung, keterlibatan mereka direkognisi sebagai pemenuhan mata kuliah KKN dengan durasi pengabdian minimal 90 jam. Selama periode September 2025 hingga saat ini, mahasiswa secara rutin hadir setiap akhir pekan dan bermalam di gampong untuk memastikan keberlanjutan program.
Sistem fertigasi otomatis ini dirancang sebagai media pembelajaran sekaligus solusi praktis bagi petani setempat dalam meningkatkan efisiensi penggunaan air dan pupuk pada tanaman palawija seperti bayam, timun, terong, kacang panjang, dan daun bawang. Teknologi ini memungkinkan pengaturan penyiraman secara semi otomatis maupun otomatis sehingga mampu menghemat waktu, tenaga, dan sumber daya, serta menjaga kualitas pertumbuhan tanaman.
Menurut Prof. Farid Mulana, penerapan teknologi ini merupakan wujud nyata sinergi antara dunia akademik dan kebutuhan masyarakat. Selain instalasi teknologi, mahasiswa juga memberikan pelatihan penggunaan dan perawatan sistem agar masyarakat dapat mengoperasikannya secara mandiri.
Program ini diharapkan menjadi langkah awal penerapan pertanian cerdas yang berkelanjutan serta inspirasi bagi gampong lain dalam memanfaatkan inovasi teknologi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

