Banda Aceh, 20 September 2026 — Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (FT USK) turut memeriahkan rangkaian Milad ke-65 Universitas Syiah Kuala (USK) melalui Festival Kuah Beulangong yang digelar di lingkungan kampus USK, Banda Aceh. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan memasak, tetapi juga menjadi momentum mempererat kebersamaan sekaligus melestarikan kuliner tradisional khas Aceh.
Festival berlangsung meriah dengan melibatkan berbagai unsur keluarga besar USK. Sebanyak 42 kuah beulangong dimasak secara bersama-sama menggunakan beulangong atau kuali berukuran besar yang menjadi bagian khas dari tradisi kuliner Aceh. Proses memasak dilakukan secara gotong royong, mulai dari mempersiapkan bumbu, mengolah dan mengaduk kuah, hingga menikmati hidangan bersama. Antusiasme juga terlihat dari mahasiswa dan keluarga besar USK yang turut menikmati kuah beulangong yang telah disiapkan.

Dalam kegiatan tersebut, Tim FT USK mengikuti perlombaan yang berlangsung selama tiga jam, mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB. Dengan mengandalkan kekompakan, ketelitian, serta strategi memasak yang terkoordinasi, tim FT USK berhasil menyelesaikan kuah beulangong tepat waktu untuk diserahkan kepada dewan juri. Suasana kekeluargaan dan semangat kebersamaan turut mewarnai proses perlombaan.
Dekan FT USK, Prof. Dr. Ir. Iskandar, S.T., M.Eng.Sc., IPM., ASEAN Eng., menyampaikan bahwa keikutsertaan FT USK merupakan wujud semangat kebersamaan sivitas akademika dalam menyemarakkan Milad ke-65 USK. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga warisan kuliner leluhur Aceh sebagai identitas budaya.

Rektor USK, Prof. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A., menilai Festival Kuah Beulangong menjadi ruang untuk mempererat hubungan antara pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, dan masyarakat sekitar. Menurutnya, kebersamaan merupakan bagian penting dalam membangun USK, di samping capaian akademik.
Apresiasi juga disampaikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Besar yang menilai festival tersebut memiliki nilai edukatif. Selain memperkenalkan proses pengolahan kuah beulangong, kegiatan ini menjadi sarana bagi generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan meneruskan tradisi kuliner Aceh kepada generasi berikutnya.
