Dari Kearifan Lokal Aceh ke Panggung Dunia: Eco3Guardians USK Juara Internasional

Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) di tingkat internasional. Tim mahasiswa yang tergabung dalam Eco3Guardians, hasil kolaborasi lintas disiplin, berhasil meraih Juara 1 Kompetisi Desain Poster Pendidikan Internasional dalam rangkaian kegiatan FAKIP VI International Edufair 2025.

Kompetisi ini dilaksanakan dengan sistem hybrid. Tahap pendaftaran dan seleksi karya berlangsung secara daring sejak 18 Agustus 2025, sementara pengumuman pemenang dilaksanakan secara luring pada penutupan acara di Gedung AAC Dayan Dawood, Sabtu (22/11/2025).

Dalam ajang tersebut, Tim Eco3Guardians yang beranggotakan mahasiswa Teknik Arsitektur, yaitu M. Reyhan Akbar, Usmarinda Khairunnisya, dan Fathimah Azzahra, serta dibimbing oleh Pratitou Arafat, S.P., MLA, menghadirkan poster digital berjudul “From Forest Guardians to Climate Educators: The Role of Acehnese Women”.

Karya ini mendapat perhatian dewan juri karena keberhasilannya mengangkat isu global perubahan iklim melalui pendekatan budaya lokal Aceh. Poster tersebut menyoroti peran Mpu Uteun atau Perempuan Penjaga Hutan, yaitu kelompok perempuan adat di wilayah Gayo, Aceh, yang berperan aktif dalam menjaga dan melestarikan kawasan hutan.

Melalui visual dan narasi yang kuat, Tim Eco3Guardians mengaitkan kearifan lokal tersebut dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-5 tentang Kesetaraan Gender dan tujuan ke-13 tentang Penanganan Perubahan Iklim.

Atas capaian tersebut, Wakil Rektor III USK Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Mustanir, menyampaikan apresiasinya. Ia menilai keberhasilan ini sebagai bukti kekuatan kolaborasi lintas fakultas serta kepekaan mahasiswa terhadap nilai budaya dan isu keberlanjutan.

Mewakili tim, para mahasiswa menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada penyelenggara lomba serta dosen pembimbing atas dukungan dan masukan selama proses perancangan karya. Mereka berharap poster yang dihasilkan dapat menjadi media edukasi yang efektif dalam meningkatkan kesadaran publik mengenai peran perempuan dan kearifan lokal dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Kemenangan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Universitas Syiah Kuala, tetapi juga menegaskan peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang mampu menyuarakan isu global melalui perspektif lokal yang bernilai dan bermakna.

Scroll to Top