MALANG – Permasalahan kebocoran daya dan membengkaknya tagihan listrik kerap menjadi tantangan besar bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta sektor usaha produktif di Indonesia. Menjawab tantangan tersebut, tim mahasiswa yang beranggotakan Hafidz, Aira, dan Fayad berhasil mengembangkan inovasi bernama CERDAYA (Smart Energy Management System).
Inovasi ini mengantar tim CERDAYA meraih penghargaan Silver Medal dan predikat Best Idea pada kategori Business Plan Competition di ajang nasional InspireX Summit Fest.
Inovasi CERDAYA digagas dari potensi pemborosan dan kebocoran energi listrik yang berkisar antara 10% hingga 30% pada usaha komersial. Tingginya biaya operasional energi kerap menggerus margin keuntungan pelaku usaha kecil yang belum terjangkau oleh layanan audit energi konvensional.
“Bagi para pelaku usaha, tagihan listrik bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan penentu utama keberlanjutan margin keuntungan. Namun, layanan audit energi profesional saat ini biayanya sangat tinggi, sementara opsi smart plug yang ada di pasaran umumnya kurang andal untuk menahan beban peralatan berat,” ujar Hafidz.
Sistem Audit Otomatis Berbasis IoT dan AI
CERDAYA memanfaatkan teknologi CT clamp untuk mengukur beban listrik dari setiap alat berdaya besar secara multi-titik. Data penggunaan daya diolah oleh algoritma AI Predictive Analytics untuk menghasilkan audit energi otomatis yang transparan. Seluruh laporan serta rekomendasi efisiensi dikirimkan langsung dalam nominal Rupiah melalui aplikasi WhatsApp.
“Dengan CERDAYA, pengelola usaha tidak perlu lagi melakukan pemantauan atau pencatatan daya secara manual yang menyita waktu. Analisis AI memberikan rekomendasi presisi untuk menekan biaya operasional harian,” jelas Fayad.
Sudah Diimplementasikan di Jakarta Barat dan Meulaboh
Inovasi ini telah teruji secara langsung di lapangan. Saat ini, CERDAYA telah diimplementasikan pada salah satu usaha laundry lokal di Jakarta Barat, serta pada sektor budidaya produktif yaitu usaha tambak udang milik Ananta Group di Meulaboh. Implementasi ini membuktikan fleksibilitas alat dalam mengoptimalkan penggunaan daya, baik untuk usaha jasa perkotaan maupun sektor perikanan.
Untuk memudahkan jangkauan usaha bermodal terbatas, CERDAYA menyediakan skema berlangganan Hardware-as-a-Service (HaaS) atau Rent-to-Own seharga Rp179 ribu per bulan tanpa biaya modal awal.
“Penghematan tagihan listrik yang dihasilkan rata-rata mencapai Rp500 ribu per bulan. Dengan biaya langganan Rp179 ribu, pelaku usaha justru memperoleh tambahan margin keuntungan bersih setiap bulannya,” terang Aira.
Ke depan, tim CERDAYA menargetkan perluasan jangkauan hingga 10.000 titik UMKM komersial di berbagai kota besar di Indonesia dalam tiga tahun mendatang, guna mendorong efisiensi energi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
