Darussalam, 20 Juli 2025 — Mahasiswa Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Dalam ajang Sayembara Desain Interior dan Furniture Bermaterialkan Bambu, tim USK berhasil meraih Juara 3 Nasional, menegaskan kapasitas mahasiswa Aceh dalam dunia desain berkelanjutan.
Kompetisi yang diselenggarakan oleh kolaborasi tiga perguruan tinggi ternama — Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Syiah Kuala (USK) — mengangkat tema “Inovasi Desain Interior Rumah Singgah dengan Material Bambu”. Lebih dari 200 tim peserta dari seluruh Indonesia turut ambil bagian, berasal dari berbagai disiplin ilmu seperti desain interior, arsitektur, dan teknik sipil.
Setelah melalui proses seleksi ketat dan penilaian menyeluruh oleh dewan juri profesional, tim USK berhasil masuk dalam 6 besar nasional dan diundang untuk mengikuti sesi presentasi (pitching) langsung di Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, pada 16 Juli 2025.

Dalam presentasi final tersebut, tim USK menampilkan desain rumah singgah yang menonjolkan efisiensi ruang, inovasi tata letak, kekuatan struktural bambu, serta konsep modular yang berkelanjutan. Desain mereka mendapat apresiasi tinggi atas keberhasilan menggabungkan nilai fungsional, estetika, dan keberlanjutan lingkungan.
Atas capaian tersebut, tim USK dinobatkan sebagai Pemenang Juara 3 Nasional, dan menerima sertifikat penghargaan, plakat, serta dana pembinaan dari panitia penyelenggara.
Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi dari dedikasi mahasiswa, bimbingan dosen pembimbing, serta dukungan penuh dari fakultas dan universitas.

Wakil Dekan III Fakultas Teknik USK, Dr. Ir. Bambang Setiawan, S.T., M. Eng.Sc., menyampaikan apresiasinya atas capaian tersebut.
“Kami sangat bangga atas prestasi yang diraih oleh tim mahasiswa Arsitektur. Ini menunjukkan bahwa kreativitas dan inovasi yang berbasis pada material lokal seperti bambu dapat menjadi solusi masa depan dalam desain berkelanjutan. Kami berharap pencapaian ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan ide-ide kreatif dan membawa nama baik universitas ke tingkat nasional bahkan internasional,” ungkap beliau.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa dari Aceh mampu bersaing secara nasional dalam bidang desain yang menuntut kreativitas tinggi, pemahaman ruang, serta kepekaan terhadap isu lingkungan dan kearifan lokal.
Kehadiran tim USK di panggung nasional diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya di daerah, untuk terus berinovasi dan mengangkat potensi lokal menuju solusi desain yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
