Dua Mahasiswa Teknik Elektro Fakultas Teknik USK Raih Prestasi Gemilang dan Lulus Tanpa Skripsi di Wisuda ke-161 USK

Dua mahasiswa dari Program Studi Teknik Elektro (PSTE) Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (FT USK) berhasil mencatatkan sejarah dengan lulus tanpa skripsi pada Wisuda USK ke-161 periode Februari – April 2024. Acara wisuda yang berlangsung di Gedung Academic Activity Center (AAC) Prof. Dr. Dayan Dawood ini diwarnai dengan berbagai prestasi gemilang yang diraih oleh para mahasiswa.

Irmayani, salah satu mahasiswa yang lulus tanpa skripsi, berhasil meraih medali emas pada ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-36 tahun 2023 yang diselenggarakan di Universitas Padjajaran, Bandung. Prestasi ini diraihnya melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Karsa Cipta dengan judul “Detektor Dugaan Penyakit Paru Obstruktif Kronis dengan Endoscopic Mucosal Recognition pada Mulut Perokok yang Terintegrasi Internet of Things (IoT)”. Program inovatif ini merupakan hasil kolaborasi antara Fakultas Teknik, Fakultas Kedokteran, dan Fakultas Kedokteran Gigi, serta dibimbing oleh Dr. dr. Budi Yanti, Sp.P(K), seorang dokter spesialis penyakit paru. Irmayani menunjukkan bahwa integrasi teknologi dengan bidang medis dapat menciptakan solusi inovatif untuk masalah kesehatan yang kompleks.

Mahasiswa kedua yang juga lulus tanpa skripsi adalah Irfan Wahyuda, yang berhasil meraih medali perak pada program Indonesia International IoT Olympiad yang diadakan pada Juni 2023 di Gedung AAC USK serta juara dua tingkat nasional pada lomba PLN ICE 2022. Prestasi ini menegaskan kemampuan Irfan dalam bidang teknologi IoT dan pemanfaatan energi terbarukan yang semakin relevan di era ini.

Keberhasilan Irmayani dan Irfan Wahyuda menunjukkan bahwa Universitas Syiah Kuala tidak hanya berfokus pada capaian akademik tradisional seperti skripsi, tetapi juga mengakui dan menghargai prestasi mahasiswa dalam bidang penelitian dan inovasi. Hal ini memberikan inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berinovasi dan berprestasi di berbagai bidang.

Ketua Program Studi Teknik Elektro, Dr. Ir. Melinda, S.T., M.Sc., IPU., ASEAN Eng., dalam pesannya menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya terhadap prestasi yang telah diraih oleh kedua mahasiswa tersebut. “Prestasi Irmayani dan Irfan Wahyuda membuktikan bahwa mahasiswa USK mampu bersaing dan berinovasi di tingkat nasional dan internasional. Kami berharap mereka terus mengembangkan potensi dan kontribusinya di masa depan. Kepada seluruh mahasiswa, jadikanlah keberhasilan mereka sebagai motivasi untuk terus berprestasi dan berinovasi. USK selalu mendukung kalian dalam meraih mimpi-mimpi besar,” ujarnya.

Dengan lulusnya Irmayani dan Irfan tanpa skripsi, USK semakin memperkuat posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang mendorong inovasi dan pengembangan teknologi demi kemajuan bangsa.

Universitas Syiah Kuala dan Universiti Sains Malaysia Melaksanakan Program Summer School untuk Pertambangan Berkelanjutan

Dalam upaya mewujudkan praktik pertambangan yang baik dan berkelanjutan, kolaborasi antara seluruh pemangku kepentingan sangat penting. Untuk itulah, Program Studi Teknik Pertambangan (PSTP) Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (FT USK) bekerja sama dengan Department of Mineral Resources Engineering (DMRE) Universiti Sains Malaysia (USM) mengadakan program Summer School dengan tema “Acehnese Southwestern Coastal Harmony: Integrating Sustainability, Mining Innovation, Environmental Strategies, and Community Adventure”. Program ini bertujuan mengintegrasikan aspek keberlanjutan, inovasi pertambangan, strategi lingkungan, dan pengembangan komunitas.

Kegiatan Summer School dilaksanakan secara daring dan luring dari tanggal 27 April 2024 hingga 19 Mei 2024. Sebanyak 26 mahasiswa PSTP FT USK dan 32 mahasiswa DMRE USM telah mengikuti kegiatan ini dengan didampingi oleh sekitar 20 penanggung jawab yang terdiri dari Staf Pengajar Universitas, Staf Industri Pertambangan dan Staf Pemerintah.

Program dimulai dengan perkuliahan daring yang bertujuan untuk mempersiapkan pengetahuan mahasiswa terkait tema Summer School. Materi yang disampaikan meliputi hidrologi, hidrogeologi, kebijakan lingkungan, simulasi perencanaan pertambangan menggunakan Net-Hydro, rehabilitasi lokasi tambang dan materi terkait lainnya. Perkuliahan ini diberikan oleh para dosen dari USK dan USM, praktisi industri pertambangan, perwakilan perhimpunan Asosiasi Pertambangan, inspektur dan regulator dari pemerintah, serta para pemangku kepentingan terkait.

Setelah sesi perkuliahan daring, peserta Summer School juga terlibat dalam kegiatan sosial berupa community engagement dengan masyarakat di sekitar lokasi tambang. Ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang hubungan antara industri tambang dengan masyarakat sekitar. Kegiatan ini akan dilaksanakan di SMK 4 Pertambangan Meulaboh dengan topik “Mine Drainage and Water Management”, serta di SMK Negeri 1 Lhoknga dan SMA Negeri 1 Leupung dengan topik “Good Mining Practice”. Selain itu, peserta Summer School juga mengunjungi Universitas Teuku Umar di Meulaboh untuk campus tour dan diskusi yang dipimpin oleh Dekan Fakultas Teknik Universitas Teuku Umar, Dr. Ir. Irwansyah S.T., M.Eng., IPM., dan Korpus CIA UTU, Refanja Rahmatillah, S.Pd., M.App.Ling.

Dalam kegiatan ini, peserta juga melakukan site visit ke beberapa industri pertambangan di Aceh, yaitu PT Solusi Bangun Andalas, PT MIFA Bersaudara, dan PT Bara Energi Lestari. Kunjungan dimulai dengan mengunjungi view point PT MIFA Bersaudara, area sump, water treatment (Mega Pond), dan area reklamasi. Selain PT MIFA Bersaudara, peserta juga mengunjungi PT Solusi Bangun Andalas dan melihat gua mineral kuarsa (Karst) di Wheung Dalam, area pengolahan dan produksi semen, serta area reklamasi. Kegiatan site visit dipandu oleh tim profesional dari setiap perusahaan untuk menjamin diskusi yang interaktif dan inspiratif antar peserta.

Selain kegiatan yang berkaitan dengan dunia pertambangan, kegiatan Summer School juga mencakup kegiatan terkait dengan cultural-tourism. Kegiatan ini dilakukan untuk mengenalkan kekayaan Budaya Aceh kepada peserta Internasional, dalam hal ini peserta dari Universiti Sains Malaysia yang diajak untuk mengunjungi tempat-tempat bersejarah dan menarik di Aceh, seperti Masjid Raya Baiturrahman, Pasar Aceh, Pantai Lhoknga, dan Masjid Rahmatullah Lampuuk. Kegiatan outbound games juga diselenggarakan untuk membentuk harmonisasi dan teamwork antara mahasiswa dari kedua negara di kawasan wisata Pantai Tebing Lhoknga.

Dalam penutupan kegiatan yang telah berlangsung pada tanggal 18 Mei 2024, Prof. Dr. Ir. Iskandar, S.T., M.Eng.Sc., IPM., ASEAN Eng., selaku Wakil Dekan Akademik sekaligus perwakilan FT USK, menyampaikan bahwa program ini juga sebagai wujud peningkatan kualitas PSTP FT USK ke jenjang Internasional yang sejalan dengan visi USK menuju World Class University (WCU). Pihaknya berterima kasih karena pelaksanaan program Summer School ini didanai dan didukung oleh hibah WCU USK, PT MIFA Bersaudara, PT Bara Energi Lestari, dan PT Solusi Bangun Andalas.

Sementara itu, Assoc. Prof. Ir. Dr. Syed Fuad Saiyid Hashim selaku ketua tim rombongan dari USM menyambut baik dan sangat senang karena dapat membawa para mahasiswa dari DMRE USM untuk melihat kondisi pertambangan di Aceh. Hal ini sekaligus sebagai pembanding dengan proses pertambangan yang ada di Malaysia dan pembelajaran praktis di luar teori bagi mahasiswa DMRE USM.

Senada dengan hal tersebut, Koordinator PSTP USK, Ir. Pocut Nurul Alam, M.T., menyatakan bahwa program ini berlandaskan pada Rencana Strategis USK untuk internasionalisasi dan didukung oleh Nota Kesepahaman antara Universitas Sains Malaysia dengan Universitas Syiah Kuala. Nota Perjanjian antara Fakultas Teknik di USK dan School of Materials and Minerals Resources Engineering (SMMRE) di USM, serta kolaborasi dengan pemangku kepentingan seperti Asosiasi Profesional Pertambangan Indonesia (PERHAPI) Dewan Perwakilan Wilayah Aceh, Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan (HMTP), dan Office of International Affairs (OIA) di USK semakin memperkuat kegiatan ini. Program ini juga didukung oleh berbagai pihak lainnya Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral, Inspektur Tambang Aceh, dan NETCAD.

Di akhir, Ir. Pocut Nurul Alam, M.T., juga menyampaikan harapannya supaya program seperti Summer School ini dapat menjadi program yang berkelanjutan untuk mencapai pendidikan yang lebih baik melalui kolaborasi dengan universitas internasional. Dengan adanya program ini, diharapkan terjalin komunikasi dan kerjasama yang baik antara Universitas dan seluruh Stakeholder terkait sehingga tercapai visi World Class University and World Class Mining Industry.